Akhirnya…いよいよ

3 Aug

Alhamdulillah, hari ini saya akan kembali ke rumah tempat keluarga saya tinggal.

Bisa kembali bertemu dengan keluarga, kerabat, teman, dan sanak saudara lainnya itu, dengan membayangkannya saja sudah cukup menyenangkan.

Sejenak menghindar dari kepungan tenggat waktu beberapa proyek dan menikmati waktu bersama keluarga dan orang orang yang disayang.

いよいよ今日わたしは家に戻ります。しばらく急いでいる日々に会えなくて、ゆっくり毎日を楽しく過ごせるように願います。

今週の分はここまでですね。

またねえ~

sigi

Lisan (経口)

29 Jul

Menjaga lisan itu sulit.

Kalau kita tidak bisa mengendalikannya dari mengeluarkan perkataan buruk, kesalahpahaman, pertikaian, perselisahan, bahkan hilangnya nyawa seseorang pun bisa terjadi.

Seorang guru SMP saya pernah bercerita kepada saya di suatu Jumat seusai shalat Jumat di sekolah,

PT: “Za, kamu tahu teko, kan? Kalau kamu mau tahu isi teko itu bagaimana caranya?”

RA: “Tinggal tuang aja Pak ke gelas. Ketahuan deh isinya.”

PT: “Lisan kita juga begitu,Za. Apa yang kita keluarkan itulah yang mencerminkan isi diri kita. Jadi, kalau ada orang yang dari mulutnya keluarnya kebun binatang, berarti isinya kebun binatang kali yah” canda beliau sekaligus mengakhiri cerita tersebut.

Sederhana, namun cukup membekas pada diri saya sampai saat ini. Di kala sedang kesal atau geram, terkadang saya mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, walaupun itu hanya sebatas ngedumel atau menggerutu.  Continue reading

Tanabata (七夕)

27 Jul

Awal bulan Juli ini, saya mendapat beberapa informasi tentang Tanabata baik dari jejaring sosial maupun berita atau acara di televisi.

Apa sih Tanabata itu?

Ceritanya begini :

Dahulu kala ada seorang (katakanlah) dewi dari kahyangan yang sedang mandi di sungai. Saat sang dewi mandi, ia menaruh selendangnya di pinggir sungai. Saat itu pula, ada seorang pemuda yang sedang melewati sungai dan melihat selendang tersebut, karena bagus, diambillah selendang itu.

Sang dewi yang hendak kembali ke kahyangan, mencari selendangnya. Tanpa selendang itu, dia tidak bisa kembali ke kahyangan. Saat mencari, ia melihat seorang pemuda yang tadi mengambil selendang dan bertanya, Continue reading

Bekerja itu… 仕事って。。。

23 Jul

Heyho~

Sebelumnya dengan sedikit agak menyesal, ternyata resolusi minggu lalu gagal. Minggu lalau belum bisa posting 1 postingan pun, huhu. Setidaknya kali ini disempatkan untuk mengurangi rasa bersalah jatah minggu lalu yang belum dilakukan.

Kali ini, saya bercerita sedikit tentang impresi setelah bekerja beberapa bulan terakhir ini.
Salah satu impresi yang saya dapat, yaitu:

 Kerja itu hampir sama dengan mengerjakan Tugas Akhir atau Tugas Besar Mata Kuliah Continue reading

Sudah diputuskan!

15 Jul

Kembali lagi meracau di blog ini.

Dua minggu lalu, teman teman saya (setelah dianjurkan oleh supervisor mereka) mengambil tes kemampuan bahasa Jepang (JLPT) tingkat N2. Saya, selain belum memiliki kepercayaan diri dan juga belum dianjurkan, rencananya akan mengambil pada bulan Desember tahun ini. Ketika saya melihat teman teman saya yang kembali membuka catatan bahasa Jepang mereka di kala pelatihan bahasa tahun lalu dan belajar dari berbagai sumber untuk persiapan menghadapi tes tersebut, saya pun tersadar bahwa kira kira 5 bulan lagi,saya juga akan mengambil tes tersebut. Dengan ritme kerja yang semakin menyita waktu akhir akhir ini, nampaknya saya harus mulai mencicil belajar untuk persiapan tes tersebut.

Dalam percakapan sehari hari, saya merasakan bahwa kendala yang harus atasi adalah kurangnya kosakata saya. Biasanya setiap mendapat kosakata baru, saya akan menyimpannya dengan fitur bookmark list yang ada di ponsel yang saya gunakan. Hanya saja waktu untuk me-review daftar kosakata tersebut saya rasa semakin berkurang akhir akhir ini. Cara lainnya adalah dengan menonton televisi, biasanya saya bisa mendapat berbagai macam kosakata baru dengan menonton namun akhir akhir ini waktu untuk menonton televisi pun berkurang. Oleh karena itu saya berkesimpulan bahwa saya harus mencari cara lain untuk menambah daftar kosakata saya.

Saya pun teringat metode pelatihan bahasa yang saya ambil tahun lalu. Tiap minggu setidaknya satu esai harus saya buat, dan dengan cara tersebut saya mendapatkan kosakata baru, walaupun terkadang secara konteks sering kali tidak tepat menurut sensei.

Jadilah saya berkesimpulan untuk kembali melakukan hal tersebut. Kali ini saya memilih blog sebagai sarana untuk menulis. Sudah diputuskan! Minimal dalam seminggu saya akan menulis satu postingan sebagai latihan menulis bahasa Jepang dan review. Semoga bisa teguh hati dan konsisten untuk menjalankan keputusan ini. Aamiin.

今年の12月ごろ私はJLPT2級という日本語能力試験を受けなければならないことになりました!それに対して、自らの復習や練習などをしなきゃいかないのでこのブロッグでそれらをやるつもりです。もう決定した、毎週最悪で1回ポストをやります!もし、私が書いたポストに間違いことがあったら、是非教えてください。教えてもらうと、嬉しいです!>、< sigiどうぞよろしくお願いいたします!

Final Project : Coal Upgrading Technology | Is it necessary?

8 Aug

As I told on previous post, I would like to share about my final project. It was a technology called Coal Upgrading Technology, a method which has been improved by Thermodynamics Laboratory in my university.

So, may be you are asking

Why is coal upgraded? Is it profitable?

Here is the brief explanation :

Information which I got from Indonesia Natural and Mineral Resources Ministry (ESDM) said that Indonesia has a lot of coal resources, about 105 billion ton. Unfortunately, most of them are low-rank coal. You can search on Word Coal Institute and obtain information which told you that Indonesia is the 2nd largest low-rank coal in the world,after Germany.

So what is the problem with low-rank?

Coal mining is not a charity business, it is about money and profit which you can gain. Yep, the quality of coal would affect its selling price. Lower the quality/rank, lower the price. That is why to gain more profit we upgrade the quality. But, you might be still encountered next question :

How much is the profit? Is it really profitable? How much should I spend on upgrading?

This is a tough question. Let me give you an example :

These days, low-rank coal in Indonesia ( calorific value : about 4200 kkal/kg ) costs about US$61/ton. And after it is upgraded to medium-rank coal ( calorific value : about 6000 kkal/kg) costs about US$ 110/ton. I got this values also from ESDM website (Harga Batubara tahun 2009-2011). And according to my advisor, this technology needs operational cost about US$20/ton. So, you can calculate the profit –> yes, about US$29/ton. Let us say for the investment with that profit you can also calculate the payback period, I think it is not more than 10 years. So, it is pretty profitable for mining business.

Recently, Ministry of Natural and Mineral Resources states policy about this upgrading stuff. It is said that starting from next year, all exported coal should have calorific value more than 5700 kkal/kg. So this policy supports our upgrading technology. But unfortunately, not all of the coal business stake holder agree about this because the huge amount of money which should be invested for constructing upgrading plant. Well, I don’t know the latest issue about this one.

Next, I have another reason why coal should be upgraded. It is related to its utilization, for combustion inside boiler. So, coal-fired boiler has various types. We usually call it bed, there are at least three beds, they are fixed-bed (Stoker-type), pulverized bed, and fluidized bed. Each bed has its own characteristics, especially coal quality input. If the input coal is not as designed, let us say the quality is lower than it should be, so the ignited designed point of coal firing would be different. So, what’s the problem? The problem is different spot has different material characteristics. So, if the coal is fired later than designed point, it would be fired on spot which the material is not good enough to bear high temperature of coal firing. Then, you now, failure might occur. That is why we can not utilize all the low rank coal to every bed.

So, at least those three reasons would explain why this technology is needed, profit, Government policy, and utilization concern.

Well, that’s what I know about why this technology keeps improving.

Next time, I probably would explain about how this technology works.  Feel free to correct me if there is any mistakes.

Thank you for reading. I hope it will be useful.

See you on my next updates. 😉


I think it was better than Yahoo Answer

3 May

When I searched on Google about some informations related to my final project, I usually found some blog posts, articles, journals, or engineering forums which discussed what I wanted to know about. For instance, orifice meter and manometer, my  final projects needs them both and I have to design them.

At first, when I was not at this stage ( let’s say final project stage) just a plain mechanical engineering student I always thought that measurement instruments such as orifice meter, manometer, thermocouple, etc could easily obtained by just simply buy it. Then, this final project made me aware that if I bought them, it would be expensive, so it is better to design it and follow the standards.

I found some difficulties in searching for the standards but after some guidances from my advisor I could overcome it. But my next enemy was what I am incompetent and afraid to deal with, Manufacturing. I always wondered how to make these items, then asked some suggestions from my friends, supervisor, technicians, and also Google.

It was a grateful moment when I found someone posted how he explained the ways he built his own devices, orifice and manometer. I found it very helpful. So, may be I will post about what I do next in my final project here. Hopefully, it will be helpful also for others. Just wait for it. :p

Thank you and see you on my next updates.